Books

Integrasi Sains dan Agama

Integrasi Sains dan Agama

Dr. Hanafi Sofyan

Solusi Bangun Nusantara

email : sbn.publika@gmail.com

www.greenadab.com

Perpustakaan Nasional: Katalog alam Terbitan (KDT)

Sofyan, Hanafi

Integrasi Sains dan Agama, Hanafi Sofyan

                Cet. 1- Jakarta: SBN Publika, 2019

  • xii,  ……….. hlm, 21 cm
  • ISBN 978-623-91839-7-4
  •  
  •                                                 I. Judul
  • Pertama kali diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Solusi Bangun Nusantara, Agustus 2019, Jakarta

Hak Cipta pada penulis

Desain Sampul: QAMedia

Penata teks: Muhamad Muhtar

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang

Dilarang mengutip atau memerbanyak sebagian

atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari Penerbit

Solusi Bangun Nusantara

email: sbn.publika@gmail.com

DAFTAR ISI

Krisis modern: Krisis lingkungan dan spiritual

Filsafat Dualisme

Sains modern dan masalah etika

Postmodern dan New Sains

Paradigma baru ekologi

Damba mistik dan rindu tradisi

Retrovision

Integrasi sains modern dengan tradisi

Earisan bagi Milenial: Antara keadilan iklim dan SDG

Integrasi sains dan Kosmologi Islam

Aplikasi sains Islam dan sufisme

Penutup

Kata Pengantar

Sains dan agama sudah lama dianggap tidak kompatiber. Padahal sejak awal berkembangnya sains Islam, antara agama dan sains tidak pernah menjadi persoalan. Tetapi dengan berkembangnya sains di Eropa yang memisahkan keduanya, karena dianggap gereja sebagai penghalang berkembangnya pengetahuan, sehingga kemajuan abad modern dicirikan dengan sekularisasi sains atau despiritualisasi sains, sehingga peran agama tersingkir dalam kemajuan.

Tetapi karena belakangan kemajuan sains dan teknologi serta modernisasi menyisakan banyak persoalan, antara lain masalah etika dan lingkungan serta kekeringan spiritual, maka ada paradigm baru untuk kembali ke tradisi dimana spiritual dan lingkungan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Untungnya kearifan lokal belum tercerabut oleh modernisasi, sehingga tidak semua terkena dampak konsumerisme dan hedonism, walaupun lingkungan dirusak oleh eksploitasi dan kapitalisasi.

Kerinduan untuk kembali mengintegrasikan ilmu dan agama bersamaan dengan adanya upaya pencegahan agar Islam tidak terkontaminasi dengan sekulerisme, sehingga ada kecenderungan islamisasi sains atau islamisasi pengetahuan untuk membendung ini. Buku ini selain mendorong integrasi keilmuan juga mereorientasi sasaran islamisasi sains kearah merevitalisasi kosmoloki islam yang menjadi basis sains islam, yang juga nota bene menjadi pijakan sains modern, walaupun tidak diakui oleh sejarah sains Eropa. Oleh karena itu dengan mengangkat isu-isu kontemporer yang tidak terselesaikan dengan sains modern, serta tren New Science dan Postmodern, buku ini mengangkat kemampuan dan keberdayaan sains islam dan kosmologi Islam yang tidak memisahkan sisi spiritual dalam sains dan kosmologi, sebagaimana dilakukan oleh sains modern.

Kembali ke tradisi spiritual tanpa meninggalkan ha-lhal yang positif dari sains modern mungkin memiliki jawaban bagi persoalan kekinian, dan dengan mengangkat beberaoa kasus seperti agenda SDG dan Perubahan Iklim, mudah-mudahan membuka mata kita bahwa tidak semua resep sekuler cocok untuk konteks lokal. Justru dampak modern sangat merusak tatanan budaya dan kehidupan lokal, sehingga imbas dari modernisasi bagi generasi penerus dan sustainabilitas layak dipertanyakan. Semoga buku ini bisa memberi pencerahan dan wawasan baru.

Dr. Hanafi Sofyan