Books

Posmosufi ke retrosufi

Posmo dan Retro Sufi

Dr. Hanafi Sofyan

Solusi Bangun Nusantara

email : sbn.publika@gmail.com

www.greenadab.com

Perpustakaan Nasional: Katalog alam Terbitan (KDT)

Sofyan, Hanafi

Posmo dan Retro Sufi, Hanafi Sofyan

                Cet. 1- Jakarta: SBN Publika, 2019

  • xii,  ……….. hlm, 21 cm
  • ISBN 978-623-91501-9-8
  •  
  •                                                 I. Judul
  • Pertama kali diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Solusi Bangun Nusantara, Agustus 2019, Jakarta

Hak Cipta pada penulis

Desain Sampul: QAMedia

Penata teks: Muhamad Muhtar

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang

Dilarang mengutip atau memerbanyak sebagian

atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari Penerbit

Solusi Bangun Nusantara

email: sbn.publika@gmail.com

Contents

Postmodern   –1

Anti Modern   –2

Dekonstruksi   –5

Damba Alam   –8

Damba Mistik   –14

Tradisi adiluhung   –19

New Age dan Sufisme   –25

Kontemplasi   –26

Meditasi   –30

Kesadaran (Consciousness)   –33

Hadir (Presencing)   –36

Retrospektif dan Kaum Millenials   –41

Sosial media   –49

Keterasingan   –66

Pencarian   –73

Reaktualisasi   –80

Penemuan si Klasik   –88

Spiritualitas untuk Gen XYZ   –111

Sufi Ria   –113

Sufi Terapi Hat   –117

Anoreksia nervosa dan Suicidal   –124

Virtual Realitas   –130

Kembali ke Yang Hakiki   –138

Daftar Pustaka   –145

KATA PENGANTAR

Era Digital membuat orang tidak memahami anaknya, dan sering membuat frustasi. Mereka cenderung khawatir akan masa depan anak-anak yang sama sekali berlainan dengan kebiasaan dan aturan yang diperoleh dari kakek nenek.

Kita berada di jurang antara generasi baby boomers dan generasi millenials. Sayangnya, kita terlalu ‘taken for granted’ akan kehidupan moderen yang kita tawarkan kepada anak-anak, sementara mereka tidak mengenal kemoderenan tanpa tahu apa yang tradisional. Frustasi orang tua yang berusaha berbuat yang terbaik dengan menyediakan fasilitas yang tidak diperoleh dimasa kecilnya, justru dianggap anak sebagai bukan keistimewaan, bahkan keharusan, karena semua teman-temannya memiliki gadgets.

Buku  ini mengantarkan pada orang tua, apa yang sudah berubah. Asyik dengan rutinitas tanpa sempat sejenak untuk berpikir akan apa yang sedang terjadi, mengapa muncul miskomunikasi antar generasi. Kehidupan modern yang kita banggakan dengan segala dampak merusaknya, sedang merehabilitasi diri dengan pos-pos-modern. Segala keyakinan didekonstruksi, dan ini di anggap tren oleh generasi millenials.

Posmosufi dan Retrosufi mengantarkan kita untuk tidak terputus secara tradisi dan spiritual, dan sekaligus menyambungkan rasa, apa yang menjadi hits dimasa lalu kita ynag sudah lewat bisa jadi suatu tren baru bagi generasi XYZ. Semoga buku ini bermanfaat untuk membuka paradigma dan sekat-sekat agama, sehingga konflik bathin dan emosi bisa terkendali, dengan memahami apa yang di depan mata.                                                                           

Hanafi Sofyan PhD