Books

Spending Manajement

Spending Management

Dr. Hanafi Sofyan

Solusi Bangun Nusantara

email : sbn.publika@gmail.com

www.greenadab.com

Perpustakaan Nasional: Katalog alam Terbitan (KDT)

Sofyan, Hanafi

Spending Management, Hanafi Sofyan

                Cet. 1- Jakarta: SBN Publika, 2019

  • xii,  ……….. hlm, 21 cm
  • ISBN 978-623-91839-4-3
  •  
  •                                                 I. Judul
  • Pertama kali diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Solusi Bangun Nusantara, Agustus 2019, Jakarta

Hak Cipta pada penulis

Desain Sampul: QAMedia

Penata teks: Muhamad Muhtar

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang

Dilarang mengutip atau memerbanyak sebagian

atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari Penerbit

Solusi Bangun Nusantara

email: sbn.publika@gmail.com

Contents

APBN dan MTEF: Basis kinerja anggaran dan belanja

Siklis tahunan dan perencanaan strategis

Pengadaan dan E-Procurement

Transfer dana pusat daerah: gaji, pension, subsidi, BTL

Dari manajemen belnja ke manajemen pengeluaran

Efektif dan Efisien: Pelaporan dan Kondisi ril

Contracting-out dan Wanprestasi

BLU dan PSO

Blockchain: simplifikasi manajemen belanja

Tantangan dalam aplikasi teknologi dan SDM

Preface

Manajemen belanja pemerintah, selain belanja rutin dan gaji pegawai, sekarang sudah memasuki fase dampak, bukan lagi input output. Setiap pengeluaran harus bisa di ukur dan dampaknya dirasakan, serta perawatan dan pemeliharaan menjadi bagian dari penyediaan, sehingga perencanaan belanja dan pengeluaran harus mengikuti metoda baru.

Ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengeluaran, bahkan terkadang defisit, atau pencairan terlambat, dan pembayaran menunggu laporan hasil monitor, maka puhak ketiga yang menjadi penyedia jasa pun harus menselaraskan arus kas nya dengan jadwal pembayaran, jiga terjadi kesalahan prosedur dan ketidak sesuaian hasil berdasarkan kontrak, bisa berakibat penundaan pembayaran maupun kinerja yang buruk, sementara sector public selain harus mencapai target dalam pengeluaran, tetapi juga bebas dari penyimpangan.

Hal ini membutuhkan selain kehati-hatian, juga kecepatan dan keakuratan. Era digital memungkinkan kebocoran bisa diatasi, tetapi dengan sistem pelaporan yang masih manual dengan ketebalan da nisi tidak mencerminkan kondisi ril di lapangan, baik belanja barang, jasa atau ketepatan dalam gaji dan pensiunan serta subsidi dan transfer langsung, tunjangan kesehatan dan lain-lain menghariskan manajemen pengeluaran menggunakan teknologi digital. Sayangnya banyak data public di Kementrian belum di digitalisasi, sehingga tidak bisa sinkron antar program, unit kerja, serta mata anggaran yang duplikasi dan tidak selaras antara kegiatan tahunan dan kegiatan antar instansi, karena masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah mengantisipasi baik teknologi maupun SDM dan menyiapkan payung hukum, agar manajemen spending kedepan bisa menggunakan blockchain tyang transparan, cepat, dan tidak bisa dirusak datanya, karena berbentuk ekosistem yang mengkaitkan kegiatan pusat dan daerah dan lintas sector. Semoga buku edisi terbaru ini bisa memberi pencerahan, baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perencanaan anggaran serta akademisi dan pihak-pihak yang berminat.                                                                                

Hanafi Sofyan PhD